Tampilkan postingan dengan label HR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Agustus 2017

Mengapa Lamaran Pekerjaan Selalu Ditolak?

Kenapa ya lamaran saya ga pernah diterima? Saya sudah kirim berkas lengkap, sudah kirim ke alamatnya kok, tapi ga pernah ditelfon untuk interview? Apa berkas saya ga dibaca? Atau ga nyampe?

Selamat pagi!
Halo teman-teman, pernah ga sih bertanya-tanya, kenapa ya lamaran saya ga pernah diterima? Saya sudah kirim berkas lengkap, sudah kirim ke alamatnya kok, tapi ga pernah ditelfon untuk interview? Apa berkas saya ga dibaca? Atau ga nyampe?
Hari ini saya akan sharing pengalaman tentang kesalahan yang sering terjadi dalam melengkapi berkas lamaran pekerjaan dan sedikit mengulas bagaimana membuat lamaran pekerjaan yang baik. Sebenarnya, saya belum menjadi pakar dalam bidang HR, dan belum lama menggeluti dunia rekrutmen, namun dengan pengalaman saya menerima dan menyeleksi puluhan bahkan (bahkan mungkin hingga) ratusan berkas lamaran para jobseekers, saya jadi menemukan pola mengenai poin-poin yang penting dalam sebuah lamaran pekerjaan.

MEMAHAMI ISI LOWONGAN PEKERJAAN

Sebelum masuk ke pembahasan, penting kiranya anda benar-benar memahami isi lowongan pekerjaan yang akan dilamar. Apa saja? Tentu saja posisi yang dicari, apakah sesuai minat dan pengalaman kerja anda sebelumnya?; apa sajakah syarat kualifikasinya, apakah anda masuk dalam kualifikasi yang dibutuhkan, baik dari segi jenis kelamin, kesehatan, pendidikan, usia, dsb; perusahaan apakah yang akan anda masuki, anda bisa googling informasi perusahaan tersebut, perusahaan bidang apa, apakah tempatnya bisa anda jangkau, perhitungkan juga akomodasinya.
Nah jika sudah dirasa cocok semuanya, maka saatnya mempersiapkan berkas lamaran selengkap dan sesempurna mungkin.

TANGGAL SURAT

Apa aja biasanya berkas yang dilengkapi dalam suatu lamaran pekerjaan? Yak, tentunya yang pertama adalah surat lamaran. Jujur, ketika menyeleksi lamaran, baik berkas fisik maupun dari email, saya melihat keseriusan pelamar dari surat lamarannya. Pertama, tanggal surat. Ini penting, loh. Rasanya gimana gitu kalau di awal membaca surat lamaran yang tanggalnya sudah lewat satu bulan lalu, atau ditulisnya tahun 2016, sedangkan kita buka lowongan tahun 2017, hebat juga ya surat lamaran bisa datang dari masa lalu?! Hehehe. Nah, hanya dari tanggal surat saja, saya sudah langsung bisa menilai, serius atau tidaknya pelamar. Kalau tanggalnya tidak logis atau terlalu lampau, berarti dia tidak teliti atau perhatian terhadap pekerjaannya, dan lamaran tersebut akhirnya ditolak.

NAMA PERUSAHAAN YANG DITUJU

Selain tanggal surat, poin kedua adalah tidak menuliskan nama perusahaan yang dituju. Saya kadang menemukan surat lamaran seperti ini:

Kepada Yth.
…………………………………. (tidak diisi)

di tempat

atau

Kepada Yth.
(menuliskan nama perusahaan lain)

di tempat

atau ada juga yang menulis nama perusahaannya benar, namun di badan surat tertulis:

Besar harapan saya dapat bekerja di Café Bapak/Ibu.

What? Café? Perusahaan ini kan perusahaan penjualan pakaian, kok malah café? Nah loh.
Mungkin saking banyaknya yang dilamar, sehingga lupa menuliskan nama perusahaan yang benar, atau itu berkas lamaran yang tidak jadi ditujukan ke perusahaan tersebut, dan langsung comot kirim surat pekerjaan yang ada, tanpa memperhatikan nama perusahaannya. Nah kalau sudah seperti itu, hemm akhirnya Perusahaan merasa surat tersebut salah alamat, dan akhirnya disisihkan dari berkas yang diterima.

MENULISKAN JABATAN

Yang ketiga, tidak menuliskan jabatan atau posisi yang akan dilamar. Hal ini mungkin akan dimaklumi Perusahaan jika ia memang membuka lowongan untuk satu posisi saja. Namun jika lebih, maka akan terjadi kebingungan, pelamar ini mau melamar di posisi apa? Bahkan di depan amplop tidak tertulis posisi yang dilamar. Jadi, penting juga untuk menyertakan jabatan yang akan dilamar di surat lamaran.

TANDA TANGAN DI AKHIR SURAT

Lalu yang keempat, bagaimana dengan tanda tangan di surat lamaran, menurut saya itu penting tergantung permintaan Perusahaan. Ada beberapa perusahaan yang mewajibkan tanda tangan di surat lamaran beserta materai, ada juga yang tidak. Nah jika tidak, maka tidak perlu materai, cukup tanda tangan saja.

NOMOR TELEPON

Selanjutnya yang kelima adalah tidak menyertakan nomor telepon, atau ternyata nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Kalau pengalaman saya, saya hanya menelepon pelamar untuk interview maksimal sebanyak tiga kali. Jika tidak menerima telepon atau tidak aktif hingga tiga kali, maka akan saya skip. Ada juga yang setelah beberapa jam kemudian menelepon balik, dan akhirnya terpaksa saya jadikan interviewee cadangan karena kuota pelamar yang akan diinterview sudah mencapai batas maksimal. Ya begitulah, sayang sekali kan kesempatan hilang hanya karena itu?!

BUAT CV YANG SIMPEL DAN JELAS

Keenam, kita masuk ke pembahasan Curriculum Vitae, yang sering disingkat CV, atau daftar riwayat hidup. Nah CV ini sebaiknya dibuat semenarik dan sesimpel mungkin. Selain itu juga harus padat akan informasi diri yang benar-benar penting. Misalnya: data diri, riwayat pendidikan, lulusan mana, jurusan apa, nilai atau IPK-nya berapa, riwayat pekerjaannya apa saja. Nah untuk riwayat pekerjaan lebih bagus kalau disebutkan nama perusahaannya, masa kerjanya, dan deskripsi pekerjaan yang dilakukan seperti apa. Hal tersebut sangat membantu untuk jadi pertimbangan bagi Perusahaan.

BERKAS PENDUKUNG YANG PENTING

Kemudian, berkas pendukung yang penting dimasukkan tentunya fotokopi ijazah terakhir dan transkrip nilai (jika Perusahaan mengutamakan syarat pendidikan). Kemudian jika anda melamar pekerjaan yang membutuhkan fisik kuat atau yang mengharuskan mobile (berpindah tempat/dinas), maka sangat dianjurkan menyertakan surat keterangan sehat dari dokter. Ada juga perusahaan yang mewajibkan surat berkelakuan baik atau disebut SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisan), nah monggo sertakan SKCK yang masih berlaku yah, jangan yang sudah expired, hehe.
Selain itu jika memiliki pengalaman kerja, anda bisa melampirkan surat pengalaman kerja. Dari situ Perusahaan tahu seberapa lama pengalaman anda, mengapa anda berhenti bekerja, apakah diberhentikan atau habis masa kontrak atau mengundurkan diri. Hal ini biasanya akan diulas lebih dalam pada saat interview.

Yah, intinya selain surat lamaran dan CV, sertakan seluruh berkas pendukung yang penting-penting saja dan mendukung kualifikasi yang tertulis di lowongan pekerjaan tersebut. Oh iya tambahan sedikit, untuk foto, jika tidak diminta (tidak diwajibkan jumlah dan ukuran fotonya), maka silakan beri foto hanya satu lembar saja, tidak perlu banyak-banyak. Standar ukuran foto biasanya 4 x 6, supaya wajahnya bisa terlihat jelas, hehe.

MENGIRIM BERKAS LAMARAN

Nah, setelah berkas lamaran sudah siap, sekarang saatnya mengirim berkas tersebut. Jika mengirimkan berkas fisik ke alamat perusahaan. Penting untuk menuliskan nama perusahaan tujuan dan alamatnya, biasanya sertakan bagian yang dituju, misalnya: Up. HRD, Up. Roni Setiawan (Recruitment Officer), misalnya seperti itu. Jangan lupa juga menuliskan nama dan nomor telepon anda, serta posisi yang akan dilamar. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, penulisan posisi yang dituju/dilamar merupakan hal yang sangat penting. Jadi, amplopnya jangan hanya polos tanpa keterangan tujuan dan pengirim, ya.

Selanjutnya jika anda mengirimkan berkas ke email Perusahaan, maka jangan lupa menuliskan posisi yang akan dilamar di subject atau judul email. Nah poin pentingnya juga, sertakan kata pengantar di badan/isi email, lalu lampirkan berkas lamarannya. Pengantar di badan email sangat bermanfaat untuk menunjukkan kesopanan dan keseriusan anda dalam melamar pekerjaan. Jika anda hanya mengirimkan lampiran berkas (atau bahkan tidak menulis judul email), itu seolah-olah anda ‘melempar’ berkas lamaran sambil berkata pada Perusahaan: “Nih, berkas gue, dibaca ya!” kan kurang sopan kesannya. Jadi kata pengantar tersebut sebagai bentuk sapaan dan mohon izin mengirimkan berkas melalui email, ya begitulah kiranya, hehe.

JANGAN LUPA BERDOA

Nah jika sudah mengirimkan lamaran sebagai bentuk ikhtiar/usaha, sekarang saatnya tawakal kepada Tuhan. Jangan pernah putus berdoa agar Tuhan memudahkan jalan kita mencari nafkah yang halal, baik, dan berkah, serta mendapat lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan. Amiin.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari artikel ini. Saya sangat berharap semoga artikel ini menjawab pertanyaan teman-teman tentang alasan lamarannya yang tak kunjung direspon. Jika ada kata-kata saya yang salah mohon dimaafkan dan saya sangat mengharapkan koreksi dari anda.

Selamat pagi, jangan lupa tersenyum, dan salam sukses untuk kita semua J

Jumat, 14 Juli 2017

Sok Sibuk!

Sok sibuk? Ya, itulah satu-satunya alasan mengapa saya sudah sangat lama tidak menulis. Padahal biasanya otak saya sangat dipenuhi ide-ide untuk menulis, semua itu bersumber dari apa yang saya lihat, saya dengar, saya ketahui, atau saya rasakan. Tapi karena ide-ide itu belakangan ini tidak saya salurkan ke dalam tulisan, akhirnya mereka pun menyusut. Mungkin mereka enggan menghampiri karena terlalu sering saya acuhkan.

Saya terakhir aktif menulis ketika kuliah. Saat proses pembuatan skripsi, hingga lulus dan wisuda, saya banyak mengisi waktu sebagai editor berita di Psychonews (komunitas jurnalis di Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang), dan kadang-kadang menulis artikel juga. Sekitar 2 bulan pasca wisuda, saya bekerja di suatu perusahaan yang bergerak di penjualan software. Perusahaan ini membuka brand tambahan (baru) yang kegiatannya fokus pada manajemen perusahaan, ya sejenis konsultan manajemen di bidang HR dan Finance, dan dari situlah saya direkrut.

Saya ditugaskan menangani manajemen perusahaan klien dalam bidang HR, sesuai basic ilmu saya, Psikologi. Kalau boleh cerita sedikit, sebenarnya bidang Psikologi Industri yang implementasinya ke ranah HR (SDM/Sumber Daya Manusia) bukanlah minat saya. Selama kuliah, saya lebih tertarik ke peminatan Psikologi Sosial. Namun, seperti yang dosen saya pernah katakan bahwa tidak ada yang namanya “Sarjana Psikologi Sosial, atau Sarjana Psikologi Klinis, dan sebagainya”, yang ada adalah Sarjana Psikologi dengan embel-embel S.Psi di belakang nama. Jadi, kita tidak perlu menutup diri dari berbagai cabang ilmu Psikologi yang tidak kita minati, karena tidak menutup kemungkinan tema skripsi kita bahkan profesi kita nantinya akan berbeda dengan yang digeluti selama kuliah. And that was true! Minat saya di Psikologi Sosial, tema skripsi yang saya angkat condong ke arah Psikologi Pendidikan, dan pekerjaan yang saya jalani di bidang Psikologi Industri, yakni sebagai HRD. Bagaimana saya bisa menjalani hal yang tidak saya minati? Caranya hanya menunjukkan rasa syukur dengan menikmati semua prosesnya.

Kembali ke pembahasan pekerjaan, saya direkrut sebagai karyawan kontrak, UU Ketenagakerjaan biasa menyebutnya dengan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Saya dikontrak selama 6 bulan dan karena project dengan perusahaan klien bersifat kontrak, maka jika project manajerialnya telah selesai (masa kontrak habis), maka kontrak sayapun selesai (alias tidak dilanjutkan).

Apa saja kegiatan saya dan tim selama memanajemen perusahaan klien dalam bidang HR? Mula-mula dilakukan analisis kebutuhan klien terhadap sistem SDM di perusahaannya. Kebanyakan hal yang saya handle adalah pembuatan kontrak kerja karyawan, pembuatan struktur organisasi, SOP, Job Description, dan Peraturan Perusahaan. Selain itu, saya memanajemen sistem SDM sesuai dengan standar UU Ketenagakerjaan yang berlaku, mulai dari memberlakukan upah lembur, penyesuaian upah (gaji), dan tunjangan.

Manajemen yang kami lakukan tidak hanya mengarah ke satu pihak, namun kedua belah pihak (karyawan dan perusahaan) harus dipenuhi haknya. Jika karyawan melakukan pelanggaran yang tercantum di buku Peraturan Perusahaan, maka yang bersangkutan akan diberikan Surat Peringatan atau Surat PHK sesuai bobot pelanggarannya. Hal ini dikarenakan perusahaan berhak mendapat kinerja yang optimal dari karyawannya. Namun jika karyawan bekerja lebih dari jam kerja yang telah disepakati, maka yang bersangkutan berhak menerima upah lembur sesuai aturan UU Ketenagakerjaan yang berlaku.

Berbagai masalah sering kami hadapi ketika memanajemen perusahaan klien, baik masalah internal antarkaryawan maupun antara karyawan dan perusahaan. Tidak jarang pula pihak perusahaan atau karyawannya yang berkonsultasi kepada kami mengenai masalah eksternal, mengenai masalah dengan Customer, misalnya.

Sebagai bagian baru yang masuk ke dalam tim, saya sangat banyak mendapat pengalaman dan pembelajaran dari kerja sama dengan tim maupun interaksi dengan klien. Kadang ada beberapa karyawan klien yang terikat secara emosional dengan saya sehingga ketika kontrak selesai, maka ada kesedihan yang saya rasakan, but life must go on. Nah, sekarang kegiatan yang membuat saya melabeli diri “sok sibuk” itu sebenarnya sudah berakhir. Sekarang sedang free, nih. Rasanya ingin kembali ke masa-masa semangat menulis, baca novel, dan kangen juga ketika tiba-tiba dikagetkan dengan ide yang muncul, kemudian segera ditulis untuk konsumsi sendiri ataupun di-share ke orang lain.

Sekarang saya benar-benar berharap semoga semangat ini tidak padam lagi, tidak ada “sok sibuk” lagi yang mengakibatkan ide malas muncul. Karena dari ide yang saya karyakan dalam suatu tulisan dapat membuat saya merasa lebih hidup dari biasanya. Ide pun tidak perlu dipaksakan untuk harus selalu segar, kadang ide/tema yang diangkat adalah hal lama tapi bisa dikemas dalam sebungkus paragraf yang baru dan menarik.

Sekian dari saya.


Semoga bermanfaat, amiin.